Perubahan Tubuh Pada Wanita Hamil
Kehamilan bagi beberapa pasangan sangat dinantikan, apalagi bila pasangan tersebut sudah menunggu lama untuk mengalami masa kehamilan. Hal yang menjadi tugas selanjutnya adalah mengumpulkan semua informasi tentang ibu hamil dari berbagai sumber. Perubahan fisik adalah perubahan yang dapat dilihat secara jelas oleh banyak orang. Orang-orang akan mengetahui seorag wanita tengah hamil dari perutnya yang membesar. Padahal pada saat hamil bukan saja fisik yang berubah tapi juga psikologis. Selain itu perubahan fisik yang terjadi pun bukan hanya pada bagian perut saja tapi hampir seluruh bagian tubuh lainnya. Bagi beberapa wanita info tentang ibu hamil ini mungkin sudah biasa tapi beberapa wanita lainnya akan takjub saat mengetahui beberapa perubahan aneh yang terjadi pada tubuh saat hamil seperti dikemukakan LiveScience berikut ini:
Muncul organ baru
Tak hanya bayi yang muncul di dalam rahim, tubuh wanita hamil juga menumbuhkan organ baru, yaitu plasenta. Plasenta adalah organ sementara dalam tubuh yang mulai terbentuk ketika sel telur dibuahi. Tugasnya adalah membentuk penghalang berpori agar darah ibu dengan darah si jabang bayi tidak bercampur.
Tulang menjadi longgar
Kepala bayi di dalam rahim terletak tepat di atas tulang panggul yang keras. Posisi ini rentan bagi keselamatan bayi. Untungnya, tubuh ibu hamil menghasilkan hormon relaksin yang dapat melemaskan tulang rawan yang menyatukan tulang keras. Relaksin mengendurkan simfisis pubis, tulang rawan yang terletak pada tulang kemaluan di depan kandung kemih.
Relaksin diproduksi 10 kali lipat di atas normal selama kehamilan dan mempengaruhi semua sendi di dalam tubuh. Hal ini menyebabkan beberapa wanita mengalami nyeri sendi selama hamil.
Daya ingat berkurang
Penelitian menemukan bahwa daya ingat ibu hamil memburuk ketika trimester kedua dan ketiga kehamilan. Ada kemungkinan bahwa perubahan hormonal menjadi penyebabnya. Kehamilan juga memicu perubahan suasana hati.
Perut sakit
Sakit maag disebabkan oleh tekanan pada uterus yang bertambah besar. Biasanya, asam lambung ditahan oleh sfingter esofagus, otot dalam diafragma yang berfungsi menutup kerongkongan saat tekanan dalam perut meningkat. Tetapi selama kehamilan, hormon progesteron melemaskan sfingter ini. Sementara itu, perkembangan ukuran bayi akan makin menekan usus dan lambung.














