Mencegah Anemia Pada Ibu Hamil
Berdasarkan studi yang dilakukan di Indonesia ditemukan bahwa anemia menjadi salah satu penyebab menurunnya produktivitas kerja di kota-kota besar. Hal ini menunjukkan bahwa anemia merupakan ancaman serius yang bisa mempengaruhi aktivitas sehari-hari. Hal ini berlaku pula pada ibu hamil. Anemia ibu hamil dapat dilihat dari besarnya angka kesakitan dan kematian maternal, meningkatnya angka kesakitan dan kematian janin serta meningkatkan risiko terjadinya berat badan lahir bayi yang rendah. Penyebab utama kematian maternal antara lain adalah perdarahan pasca partum (disamping eklampsia, dan penyakit infeksi) dan plasenta previa yang semuanya berangkat dari pada anemia difesiensi (Arisman.2004)
Menurut pendapat para ahli kesehatan, ancaman anemia harus lebih diperhatikan oleh kaum wanita. Mengingat anemia ibu hamil menjadi salah satu penyebab kematian ibu dan bayi maka wanita hamil harus menjaga kesehatannya. Beberapa gejala anemia ibu hamil antara lain wajah pucat, badan lemas, kepala pusing, kurang nafsu makan dan gangguan proses penyembuhan luka. Jika tidak ditangani dengan serius dapat menyebabkan abortus; bayi lahir prematur; pendarahaan atau infeksi pasca kehamilan; serta hipoksia akibat anemia yang bisa mengakibatkan cacat bawaan pada bayi; kematian bayi dalam kandungan; kematian dini pada bayi; hingga kematian ibu saat persalinan.
Secara umum, penyebab anemia pada ibu hamil ialah adanya peningkatan kebutuhan zat besi untuk pertumbuhan janin. Dalam beberapa kasus, anemia terjadi karena pola makan terganggu saat masa kehamilan. Selain itu, banyak pula ditemukan bahwa jumlah cadangan zat besi pada wanita hamil sangat kurang akibat menstruasi atau persalinan sebelumnya.
Untuk mencegah dan menangani anemia untuk wanita hamil adalah meningkatkan asupan makanan tinggi zat besi seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau. Di samping itu, imbangi pola makan sehat tersebut dengan mengonsumsi vitamin serta suplemen penambah zat besi untuk memperoleh hasil yang maksimal.
Cara mengatasi anemia selama kehamilan telah ditetapkan melalui kebijakan Departemen Kesehatan memberikan tablet besi atau tablet tambah darah Fe 9320 Mg, Fe Sulfat dan 0,5 asam folat untuk semua ibu hamil sebanyak 1 tablet setiap hari berturut – turut selama 90 hari pada masa kehamilan. (Modul Pendidikan dan Pelatihan Bidan, 1998)














